Mungkin, engkau merasa bahagia
Telah melahirkan seorang putri cantik
dari rahimmu
Kau pun jadi sering berbisik dan
memanggil dirimu, ibu...
Satu tahun menjelang...
Kau kembali melahirkan sosok bayi yang
cantik
Meski mungkin kau sedikit kecewa
Karna bayi itu bukanlah sosok yang bisa
engkau jadikan seorang pangeran di kerajaan kecilmu
Aku mengerti, engkau pasti bahagia
Merawat dua putri cantik dengan tanganmu
sendiri
Meski aku tak menyangkal, engkau pasti
sedikit lelah
Lelah dengan semua rutinitas dan beban
tugas yang harus selalu engkau lakukan
Beberapa tahun menjelang...
Aku sedikit tidak mengerti
Mengapa kau kembali melahirkan seorang
putri kecil dari rahimmu untuk ketiga kalinya
Padahal aku yakin, bahwa engkau sudah sangat
lelah
Dan sering menderita karnanya
Merawat tiga bidadari kecil yang sering
memberontak...
Aku yakin, bukanlah sesuatu yang bisa
engkau atasi dengan mudah
Namun, aku tak mengerti, sama sekali tak
mengerti
Aku masih bisa melihat senyuman dari
bibir indahmu
Bahkan, gelak tawa
Engkau mungkin pernah merasa sangat
frustasi
Dengan segala tingkah ajaib kami,
bidadari bidadari kecilmu
Bahkan, mungkin engkau juga pernah
merasa ingin menyerah
Dengan kesalahan kesalahan kecil kami,
yang membuatmu sangat kecewa
Namun, berkatmu...
Berkat kegigihan dan ketulusan hatimu...
Kini, bidadari-bidadari kecilmu itu
tumbuh menjadi sosok-sosok yang kuat dan cerdas
Meski, mungkin bidadari bidadari itu
masih saja sering membuatmu kesulitan..
Terimakasih, ibu..
Telah membuat kami lahir, tumbuh, dan
hidup..
Terimakasih telah menciptakan sejarah
yang penuh kehangatan di kehidupan kami..
Terimakasih telah menjadikan kami
bidadari-bidadari cantik, tangguh, penuh harga diri..
Terimakasih untuk segalanya, ibu..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar